| Gedung Juang, Tambun |
"Gedung
Juang Tambun merupakan situs sejarah yang saat ini sudah dijadikan cagar budaya
oleh pemerintah"
Cileungsi (24/05), Gedung Juang Tambun merupakan situs
sejarah yang saat ini sudah dijadikan cagar budaya oleh pemerintah, situs
sejarah ini terletak di kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Dahulu
gedung ini merupakan milik keluarga Khouw van Tamboen, dibelakang gedung ini
juga terdapat stasiun tambun namun saat ini telah dihancurkan.
Gedung Juang tambun dibangun dalam dua tahap oleh seorang
bangsawan dan tuan tanah, Khouw Tjeng Po, Luitenant dan Chinezen. “gedung ini
dibangun tahun 1906, selesai tahun 1920. Terus pembangunannya dilanjut lagi
tahun 1925” ujar pengelola Gedung Juang Tambun.
Bangunan tua yang berdiri diatas tanah sekitar 1000 meter ini
sempat beberapa kali beralih fungsi. Awal berdirinya gedung ini bernama
Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi, tetapi sekarang tempat ini lebih dikenal
sebagai Gedung Juang atau Gedung Juang 45.
Gedung Juang melewati masa-masa yang panjang sejak awal
berdirinya, sehingga gedung ini menjadi saksi bisu sejarah perjuangan
masyarakat bekasi. Mulai dari menjadi tempat perundingan pertukaran tawanan
antara Belanda dengan pejuang kemerdekaan, menjadi salah satu pusat kekuatan
jepang.
Gedung Juang juga sempat di fungsikan sebagai kantor oleh
beberapa pihak, mulai dari dijadikan sebagai kantor Kabupaten Jatinegara,
tempat pertahanan dan pusat komando, kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten
Bekasi, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Batalyon Kian Santang. Dan sekarang gedung ini dimanfaatkan sebagai Kantor Pemadam Kebakaran setempat.
Tempat ini juga di buka untuk umum, "biasanya ada aja yang dateng kesini, untuk lihat-lihat ke dalam gedung ini ataupun cuma sekedar bermain dan bersanatai di halaman depan" ujar pengelola. "Biasanya event-event sering di adain disini, kaya konser musik, acara besar nasional, dan acara lainnya" ujar kembali pengelola. (ABS)
Artikel Terkait
Tidak ada komentar:
Posting Komentar